Lapbook adalah sebuah paket kegiatan belajar yang menyatukan beberapa kegiatan kecil menjadi sebuah pembelajaran terintegrasi, yang hasilnya disajikan dalam bentuk dokumentasi yang disimpan di dalam map.

Kegiatan belajar menggunakan lapbook adalah semacam proyek kecil yang mengintegrasikan sebuah tema tertentu yang dipilih. Lapbook bisa menjadi salah satu cara mendokumentasi kegiatan belajar anak.

Kegiatan menggunakan lapbook sangat menyenangkan, terutama untuk anak-anak yang lebih cenderung visual dan spasial. Melalui lapbook, anak belajar dengan dengan media gambar (visual) dan terlibat langsung dalam sebuah proyek yang dipelajarinya.

Belajar dengan media lapbook pada dasarnya adalah proyek belajar tematik atau unit studi. Artinya, anak belajar mengenai sebuah tema tertentu menggunakan berbagai jenis kegiatan yang benang merahnya adalah tema itu.

Dengan mengetahui bahwa belajar dengan meida lapbook adalah belajar tematik, berarti kita dapat menggunakan lapbook untuk belajar tema apa saja yang ingin dipelajari anak. Materi yang dapat dipelajari menggunakan metode lapbook tak terbatas, tergantung pada kreativitas orangtua/guru dalam memilih tema dan menentukan kegiatan-kegiatan kecil untuk proses pembelajaran.

Lapbook memang membutuhkan persiapan. Bagi sebagian orang, ini bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri sehingga banyak orangtua merasa metode ini sulit untuk diterapkan. 

Berikut ini beberapa tips yang bisa menjadikan pengalaman membuat lapbook lebih mudah bedasarkan pengalaman kami dalam mendidik anak-anak di rumah:

  • Berikan sesuai kebutuhan. Cetak tema lapbook yang memang ingin diberikan pada anak. Walau kami menyiapkan banyak sekali lapbook untuk Anda. Jangan tergoda untuk langsung mencetak semuanya. Anda akan melakukan intimidasi pada diri Anda sendiri. Lebih baik cetak satu dan berhasil, sehingga anda semangat untuk melakukannya lagi.
  • Kertas yang tepat. Gunakan kertas HVS ukuran A4 kalau bisa beratnya 70-80gr agar lapbook tidak menjadi terlalu berat. Kalau mau ekonomis, Anda bisa membeli kertas di toko kertas. Biasanya ukuran plano yang dipotong ukuran A4 akan jauh lebih murah.
  • Karton manila. Gunakan karton manila untuk bagian amplop atau bagian yang membutuhkan ketebalan lebih, seperti puzzle atau lapisan kantong.
  • Bertahap. Untuk anak usia dini, berikan perca lapbook secara bertahap dan terpisah (bukan dalam bentuk kesatuan lapbook). Banyak orangtua yang baru pertama kali memakai metode lapbook membuat kesalahan dengan membiarkan anak-anak usia dini memotong atau mengerjakan dalam bentuk lapbook. Anak bisa jadi frustasi karena kemampuannya memang belum memadai. Atau anak malah salah fokus, memainkan dan merobek lapbook yang sudah Anda buat sehingga membuat Anda stress.
  • Simpan di tempat aman, Gunakan 2 tas rekat (ziplock) untuk menyimpan perca lembar kerja yang sudah dikerjakan dan belum dikerjakan. Sehingga Anda tahu seberapa banyak lembar kerja yang perlu dikerjakan anak.
  • Bangun ketertarikan. Anak tidak perlu mengerjakan semua perca lembar kerja dalam satu waktu. Misal sudah 80% Anda sudah bisa langsung membuat lapbooknya. Biasanya anak akan tertarik untuk mengisi bagian2 yang terlewat setelah lapbooknya kelihatan.
  • Alat kerja yang tepat. Gunakan selotip bolak-balik ukuran 0.5 cm untuk mempermudah proses menempel lapbook. Dalam pengalaman kami, lem hanya enak digunakan untuk menempel gambar2 organik, tapi kantong, buku mini, amplop dll akan menjadi lebih rapi jika ditempel menggunakan selotip bolak balik. 
  • Simpan hasil akhir. Simpan Lapbook yang sudah jadi di dalam folder ukuran F4. Lapbook ini tidak hanya bisa menjadi alat dokumentasi proses belajar anak, tapi juga menjadi cara komunikasi yang enak ke eyang, ataupun kerabat lain.